Silahkan genggam duniamu!
Oleh : Sumartono
Posting ini terinspirasi saat sedang mengikuti pengajian rutin mingguan di masjid dekat rumah.
Malam itu bada Isya gerimis turun rintik-rintik, menambah suasana malam menjadi lebih dingin. Namun demikian sedikit rasa kantuk yang menyerang, tak mengurangi antusiasku untuk terus mendengarkan Ustad Riki yang sedang berceramah.
“Agama tidak melarang umatnya untuk menggenggam dunia, tapi akherat harus tetap di hati!”
Hmm, menggenggan dunia! Apapula maksudnya ya, saya berpikir sejenak sebelum Pak Ustad melanjutkan pengajiannya lebih detail lagi.
Pahlawan dari sisi pebisnis
Oleh : Sumartono
Mumpung baru lewat sehari bangsa kita memperingati Hari Pahlawan 10 November. Dalam kesempatan ini, rasanya cocok jika posting kali ini bertemakan pahlawan khususnya dari sisi pebisnis.
Seperti yang kita tahu bersama sejak dari SD, bahwa pahlawan adalah orang yang berjasa buat negaranya baik yang telah gugur ataupun tidak gugur dalam membela negaranya waktu jaman perang dahulu. Namun sekarang artinya diperluas, siapapun orangnya dan apapun profesinya asal dia berjasa bagi nusa dan bangsa, pantas disebut pahlawan.
Sebagai pebisnis kalau ingin disebut pahlawan, lantas harus berjasa dulu dong buat negara? Ternyata tidak juga kawan, kita bisa melihatnya dari sisi lain. Artinya ada acuan lain yang membuat pebisnis juga pantas disebut pahlawan.
Tips agar nggak loyo
Oleh : Sumartono
Menindaklanjuti artikel sebelumnya, Mas Zams dalam komentarnya meminta, “Bagaimana membuat semangat bekerja agar nggak loyo?”
Jangan kuatir rekan-rekan, saya tidak menjawab lagi untuk minum STMJ + ginseng..he..he.. Sebab jawaban tersebut akan menguras kantong kita apalagi jika minumnya tiap hari, ya gak?
Adapun tips yang akan saya jabarkan ini sengaja hanya dua, namun diharapkan cukup efektif. Karena memang saya sering mempraktekannya di saat lagi malas atau loyo untuk beraktifitas. Adapun tips tersebut adalah sebagai berikut :
Spiritual dalam berbisnis
Oleh : Sumartono
(Dan bagaimana pula caranya Berusaha menciptakan Peluang Bisnis dengan landasan koneksi pada keseimbangan spiritual. ???, Mulyadi on October 6th, 2009 09:08)
Itu sebuah pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang sahabat netter dalam salah satu postingku. Sebenarnya jauh sebelumnya saya sudah memperkirakan kalau pertanyaan itu suatu saat akan dilontarkan. Karena memang pertanyaannya adalah merupakan tagline dari situs saya ini.
Power Perubahan
Oleh : Sumartono
Ketika sedang mengendarai kendaraan sambil mendengarkan radio FM mengenai sebuah acara diskusi tentang bisnis. Salah seorang nara sumber di acara tersebut berkata, “Siapa yang tidak mau berubah, cepat atau lambat akan hancur.”
Wow, saya jadi merinding nih mendengar filsafat bisnis yang terdengar begitu serem itu. Lantas saya jadi ingin bertanya pada diri sendiri, “Sudah ada perubahankah saya dalam belajar atau menggeluti khususnya dalam bisnis internet ini?”
Hakekat keseimbangan dalam berbisnis
Oleh : Sumartono
Ketika menerbitkan artikel ini, ada hal yang menarik oleh apa yang dikomentari Mas Teten bahwa, “Sukses adalah perjuangan dan pengorbanan yang intinya pada nilai ibadah. Niat awal kita harus diluruskan dulu, bisnis internet untuk apa sih? Mari selalu saling mengingatkan.”
Menyikapi komentar tersebut, saya jadi teringat pada salah satu ajaran agama yang menganjurkan pada umatnya agar bekerja atau berbisnis. Namun disisi lain juga tidak boleh meninggalkan ibadah karena memang sebabagai manusia kita mempunyai 2 hubungan, yaitu hubungan vertical dan horizontal.

