Blog Bisnis juga membutuhkan Categori Motivasi
Oleh : Sumartono
Genderang perang Kontes SEO Ekonomis Mas Fadly sudah dimulai. Walaupun bukan pakar SEO, rasanya tidak salah dan tidak ada larangan jika saya ingin turut berpartisipasi di kontes seo ekonomis tersebut lewat artikel ini. Apalagi saya tahu dalam soal memotivasi, sang penyelenggara adalah jagonya.
Makanya saya jadi terinspirasi untuk menulis saat salah seorang rekan pernah berkomentar yang intinya bertanya, “Makin memotivasi aja nih tulisannya. Apa sekarang trendnya bikin blog motivasi?”
Hasil pengamatan dua kegagalan pebisnis internet
Oleh : Sumartono
Tak terasa sobat netter, tahun 2009 sudah tiba di penghujung. Tahun 2010 kini sudah menunggu hitungan jam untuk segera lahir. Setelah setahun berkecimpung dan mengamati bergeliatnya bisnis internet lewat blogging 7 bulan di blogspot dan sudah 5 bulan di wordpress. Ternyata begitu banyak pengalaman yang bisa saya petik dengan segala suka dan dukanya.
Hasil pengamatan saya ini mungkin saja relative, semua bisa menilai berbeda. Namun setidaknya semoga bisa dijadikan bekal buat kita bagi yang ingin serius terjun dalam bisnis internet ini.
Dua kegagalan tersebut adalah sebagai berikut :
Dua penyebab menjadi pebisnis
Oleh : Sumartono
Bagi para rekan yang kebetulan kuliahnya di Fakultas Ekonomi, entah Jurusan Manajemen ataupun Akutansi. Tentunya di awal-awal kuliah pernah disinggung oleh dosen hal-hal yang menyebabkan mengapa seseorang terjun menjadi pebisnis.
Tapi bagi yang belum pernah mendengarnya atau dari Fakultas lain, so jangan kuatir. Dalam kesempatan posting kali ini saya ingin sharing mengenai penyebab berbisnis. Walau mungkin tidak detail hanya kulitnya saja, namun diharapkan bisa bermanfaat bagi kita semua.
Tips agar nggak loyo
Oleh : Sumartono
Menindaklanjuti artikel sebelumnya, Mas Zams dalam komentarnya meminta, “Bagaimana membuat semangat bekerja agar nggak loyo?”
Jangan kuatir rekan-rekan, saya tidak menjawab lagi untuk minum STMJ + ginseng..he..he.. Sebab jawaban tersebut akan menguras kantong kita apalagi jika minumnya tiap hari, ya gak?
Adapun tips yang akan saya jabarkan ini sengaja hanya dua, namun diharapkan cukup efektif. Karena memang saya sering mempraktekannya di saat lagi malas atau loyo untuk beraktifitas. Adapun tips tersebut adalah sebagai berikut :
Memotivasi sebagai sifat dasar
Oleh : Sumartono
Sebagai pebisnis ataupun karyawan yang kebetulan punya bawahan dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya. Tentunya bisa atau tidak bisa, kita harus punya sifat memotivasi khususnya terhadap karyawan atau bawahan. Jadi bisa dikatakan kalau ingin usaha kita berkembang atau karier kita pesat, janganlah takut untuk menjadi motivator walaupun dalam skala kecil terhadap anak buah saja.
Kalau memang kita bukan motivator professional apalagi motivator ulung, lalu bagaimana bisa memotivasi bawahan? Yang memang tujuan akhirnya adalah demi kemajuan perusahaan?
Antusiasme dalam beraktivitas
Oleh : Sumartono
Apapun aktivitas kita baik sebagai pebisnis, karyawan ataupun blogger, tentunya harus antusias dalam aktivitas yang dilakukan ini. Antusiasme atau yang bisa kita artikan sebagai “penuh kekaguman” memang kelihatannya sepele. Tetapi sesungguhnya dia merupakan mesin penggerak yang begitu perkasa.
Kok bisa demikian?
Tanpa antusias pada aktivitas atau pekerjaan, tunggulah kegagalannya cepat atau lambat. Sebab kalau kita tidak antusias atau kagum, bagaimana mungkin bisa konsisten dan ada ide untuk maju?
Sebuah power dari imajinasi
Oleh : Sumartono
Petinju legendaris Mohammad Ali bilang, “Orang yang tidak pernah menggunakan imajinasinya adalah laksana burung tanpa sayap.”
Jujur saya merasa terhenyak dan merenung apa yang dimaksud dengan perkataannya itu. Saya jadi berfikir, apa sih kekuatan dari imajinasi? Bukankah maknanya hanya sebuah khayalan, yang bisa saja hanya merupakan gambaran kosong atau angan-angan saja?
Ternyata artinya tidak sepele yang saya duga itu kawan. Dengan imajinasi maka akan menghasilkan sebuah power yang sangat dahsyat. Bahkan sejarah telah membuktikan banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa tersebut.
Menyikapi 90% pintu rezeki adalah perniagaan
Oleh : Sumartono
Jauh di masa lalu sebelum Robert Kiyosaki menulis dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, mengenai ulasannya secara implisit yang mengatakan bahwa yang bisa kaya itu kalau bukan business owner ya investor alias pedagang. Sebenarnya sekitar pada tahun 600 Masehi, Rasulullah sudah mengajarkan “bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah perdagangan” atau dengan kata lain yang menguasai 90% pintu rezeki itu adalah para pebisnis.
Jadi bagi yang kebetulan adalah karyawan, atlit atau profesi lainnya yang bukan pebisnis maka hanya mendapatkan pintu rezeki yang tinggal 10% saja. Sepertinya susah ya peluangnya untuk menyamai rezekinya dengan para pebisnis tersebut.

