Blogger bermental pada basis kompetensi

Oleh : Sumartono
Bukan sedang memuji bahwa betapa kompetensinya atau cakapnya anak bangsa negara kita di dunia internasional. Tetapi memang inilah faktanya. Coba kita amati saat tim negara kita mengikuti kompetisi olympiade dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam (mipa). Sudah bisa diprediksi tim kita selalu berhasil menggondol emas, bahkan tidak jarang menyandang predikat sebagai juara umum.
Itu membuktikan bahwa bangsa kita memang sebenarnya kompeten, tidak kalah dengan negara maju lainnya! Namun kenapa negara kita sepertinya masih terpuruk dalam segala bidang saat ini?
Inilah problematika yang sangat beragam jawabannya. Namun bisa saya kerucutkan bahwa kita memang kompeten, namun dalam hal mental sangat rendah. Kita tidak cukup pandai dalam mengelola emosi kita, sehingga tampak jelas bahwa softskillnya tidak begitu dimaksimalkan.
Ini bisa dibuktikan lewat kasus bank century. Mengapa berlarut-larut dan tidak kunjung selesai? Orang awanpun bisa menganalisa, karena tidak jujur! Itu urusan mereka deh, bukan porsi saya membahas panjang lebar kasus tersebut. Orang anggota pansus juga bukan ![]()
Saya lebih suka menyoroti pada aktivitas kita ini yang saat ini sebagai blogger. Apakah blogger juga harus bermental dan kompeten?
Oh tentu harus! Tapi saya percaya bahwa sebagai blogger kita mempunyai modal ke arah itu. Saat membaca postingnya Mas Hengky, memang harusnya seperti itu. Tidak perlulah emosian dalam menanggapi suatu kasus.
Dan ini juga posting yang menunjukan bahwa blogger kita kompeten, setidaknya dalam menganalisa suatu persoalan. Saat saya apungkan suatu pertanyaan untuk menganalisa nasehatnya Aristoteles. Berbagai tanggapan yang kreatif telah dikemukakan oleh rekan-rekan netter.
Lagi pula bagaimana mungkin seorang blogger akan mampu menciptakan sebuah produk kedepannya, jika tidak kompeten? Tapi ingat kompeten saja tidak cukup, harus diimbangi mental yang baik untuk mengelola emosi apabila suatu saat terjadi persoalan dalam kapasitas sebagai blogger ataupun pebisnis internet. ***
Comments
64 Responses to “Blogger bermental pada basis kompetensi”
Leave a Reply


Pertamax …ngga ya?
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 31st, 2010 at 11:47
@Betul dapat pertamax mas, mau ini gak
[Reply]
Kompetensi memang sangat penting…apalagi yang namanya bisnis tentu perlu kompetensi . Apanya jadinya jika tanpa kompetensi kita berani berbisnis.?
Yang jelas….Bangkrut !
Salam sukses.
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 31st, 2010 at 11:50
@Bisnis tanpa kompetensi, ibarat perang tanpa senjata apapun
[Reply]
wah keren judulnya kreatif kalau blog jadi BK lama2 bisa jadi KTSP …
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 31st, 2010 at 18:06
@Mas Bayu seorang guru?
[Reply]
Umar Puja Kesuma Reply:
February 1st, 2010 at 14:40
Jangan bingung Mas!
BK = Berbasis Kompetensi
KTSP = Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
KTSP (2004) adalah penyempurnaan dari kurikulum BK (KBK) (2006), hehe…
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 14:57
@Alhamdulillah, dengan kedatangan Mas Bayu dan Mas Umar yang notabene adalah guru-guru pengajar tentunya apa yang menjadi keinginan saya telah didengar. Dan semoga kalian bisa menciptakan generasi yang tidak hanya kompeten namun juga bermental baja dan jujur.
Salam spektakuler, kawan

Umar Puja Kesuma Reply:
February 1st, 2010 at 15:35
Hehe…sory, ada teks yang kebalik mas.
KTSP (2006) = berlaku mulai tahun 2006
KBK (2004) = berlaku mulai tahun 2004
Amiinnn…semoga kita2 bisa menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya. Namun bukan berarti peran serta masyarakat (khususnya orangtua) menjadi nihil. Tetap harus terjalin koordinasi dan kerjasama yang baik antara orangtua dan guru untuk membangun mental generasi bangsa ini. OKE Mas SUM?
CatatanSmart.Com Reply:
February 2nd, 2010 at 04:02
@SIIP
Salam super-
emang mas, teman teman saya yang Expatriate juga sangat mengakui kompetensi anak Bangsa.
mungkin permasalahan minder itu sendiri yang menutup mata kita dari optimisme ya?
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 31st, 2010 at 18:12
@Terutama masalah bahasa asing mas. Dibanding negara tetangga, malaysia, singapura atau filipin, bahasa inggris kita paling jelek. Itulah yang membuat sdm kita di luar negeri tidak dihargai, walaupun secara skill kita ungul.
Kadang saya berfikir narsis, bahasa Indonesia tetap sebagai bahasa persatuan. Tetati bahasa pengantar pendidikannya yang pakai bahasa inggris di semua tingkat pendidikan. Ini sangat efektif agar kita tidak minder lagi.
[Reply]
Umar Puja Kesuma Reply:
February 1st, 2010 at 15:08
Masalah bahasa bukan hal yang signifikan menurut saya. Buktinya China dan Jepang tetap menjadi negara semi adidaya dengan tetap menjunjung tinggi bahasa nasional. Bahkan dengan konsisten menasionalisasi setiap istilah/kata-kata asing yang masuk ke negaranya.
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 15:23
@Mereka kan bukan kolonial Belanda. Kita terlalu minder akibat diperbudak oleh Belanda terlalu lama. Selain menguasai bhs Inggris khususnya (yang sangat sulit bagi orang kebanyakan karena biaya kursus mahal), saya yakin Mas Umar sebagai pendidik punya tips lain agar kita tidak minder dan bisa berdiri tegak di tengah-tengah pergaulan bangsa lain.
Salam, semoga Mas Umar bisa melakukannya !
Umar Puja Kesuma Reply:
February 1st, 2010 at 15:49
Untuk membangun kepercayaan diri bukan berarti harus menjadi bunglon/ membebek ke negara yang lebih super (kolonial) dengan mengagung-agungkan bahasa mereka. Hal itu justru menjadi bumerang dalam konteks kepercayaan diri. Kepercayaan diri semacam itu adalah kepercayaan diri yang semu dan rapuh.
Kepercayaan diri yang tangguh harus dimulai dari membangun segala yang melekat pada diri sendiri secara tangguh pula. Bahasa kerennya adalah ” Bangga Menjadi Diri Sendiri”.
Coba bandingkan andaikan kita dengan santai dan enjoynya berceloteh dengan bahasa nasional di tengah2 mereka. Bukankah itu yang disebut kepercayaan diri yang absolut?
Jadi, maaf mas sum saya kurang sepakat kalau bahasa menjadi dalih. Dalih yang pas adalah MENTAL. Thanks!
CatatanSmart.Com Reply:
February 2nd, 2010 at 04:09
@Oh gak papa, beda pendapat kan bukti kreativitas.
Dan saya setuju kok Mas Umar, bahwa memperkenalkan bhs Indonesia di dunia internasional sambil belajar menguasai bhs Inggris dan bermental kuat serta bangga sebagai orang Indonesia, tentunya sangat baik bagi citra diri serta mempermudah pergaulan. Salam, tks ya atas tanggapannya.
karena mungkin sisa-sisa penjajahan belanda yang membuat mental bangsa kita “bobrok” yang mengalahkan keunggulan kompetensi. tapi apa karena model pendidikan kita yang hanya membidik berdasarkan kompetensi saja, tidak ada pendidikan mental yang mendasar dan berkesinambungan…
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 31st, 2010 at 18:16
@Yup, tidak dipungkiri Mas Octa. Warisan kolonial Belandalah yang membuat kita bermental tempe. Bayangkan 350 tahun sistem sosial kita seperti majikan dengan pembokap.
Semoga mereka yang terlibat dalam dunia pendidikan, tahu bagaimana caranya agar mental bangsa kita bisa ter-upgrade bisa menjadi bermental baja.
[Reply]
Umar Puja Kesuma Reply:
February 1st, 2010 at 15:11
semoga!!
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 15:17
@Titip pesan buat Mas Umar seorang guru, “Harus bisa !”
Umar Puja Kesuma Reply:
February 1st, 2010 at 15:51
Yess!! BISA!!
(hehe…koq jadi inget slogan kampanye ya?)
setuju mas…. membangun lebih mudah daripada memelihara mas… dan semuanya harus di siapkan agar kita bisa siap untuk memelihara…
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 31st, 2010 at 18:17
@Ini tantangan yang menarik mas bagi pebisnis
[Reply]
tumben mashengky masuk link artikel catatan smart neh..


mas sumartono ganteng deh
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 31st, 2010 at 18:18
@Embeer atau gombaal
[Reply]
komeng ku mana ya?
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 31st, 2010 at 18:18
@Sudah saya bebasin….
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
January 31st, 2010 at 18:27
Satpamnya baik nih…

[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 15:00
@Membuat orang senang kan ibadah
Makin memotivasi aja nih artikel Pak Sum. Apa memang trend-nya ya bikin blog motivasi…

[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 31st, 2010 at 19:25
@Sama sekali tidak bertema khusus untuk menjadi blog motivasi mas, karena ini memang bukan bidangku. Tetapi bicara masalah bisnis memang kadang tidak bisa dipisahkan dari unsur motivasi. Seperti sayur yang selalu diikuti dengan garam agar terasa lebih enak
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
February 1st, 2010 at 07:16
Okelah kalau begitu, biar saya punya sedikit gambaran kalau mau nyumbang tulisan di blog ini.

[Reply]
Umar Puja Kesuma Reply:
February 1st, 2010 at 15:14
Ditunggu sumbangannya MAS, biar pecah telor sebagai penyumbang artikel blok terbanyak versi Guinness Books Off Record
Satria Yudha Reply:
February 1st, 2010 at 11:13
apalagi kalau sayurnya ditambahkan dengan sepiring nasi
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 15:01
@Lapar
Eniwei, link saya kok belum nangkring di relations list ya…

[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 31st, 2010 at 19:28
@Sabar aja mas, akan ada seleksi alam pada link relations. Tentu nama Mas Agus sangat pantas untuk ditulis
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
February 1st, 2010 at 07:14
Hehehe…

Terima kasih niat baik Pak Sum
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 15:02
@Sudah saya tulis Mas silahkan dilihat
waduh mas mas yg ganteng,tuh Indonesia nya jd KESELEK…hbs dr tadi di sindir2 trus…tp ngomong2 kpn sy di sindir dsni ya,xx aja bnyk yg nongkrongin blog ku stlh itu….
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 31st, 2010 at 19:35
@Disindir apanya ya mbak
[Reply]
sebuah bisnis tanpa kompetisi mungkin akan terasa hambar ya ?

[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 15:03
@Dikasih garam biar tidak hambar
[Reply]
kalo liat prestasi2 anak bangsa saya sendiri kadang mrinding mas.
hebat bisa seperti itu.
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 15:06
@Itu yang membuat kita bangga, namun sayang karena basis mentalnya lemah banyak diantara mereka dibajak negara asing untuk menjadi WN mereka dan kepentingan mereka
[Reply]
Umar Puja Kesuma Reply:
February 1st, 2010 at 15:22
Karena kurangnya perhatian dari negara. Jadi jangan salahkan jika ada negara lain lebih memperhatikan dan memanfaatkan.
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 15:29
@Yup, semoga pemimpin kita membaca posting ini dan komentar Mas Umar
Umar Puja Kesuma Reply:
February 1st, 2010 at 16:08
Haduh…..jangan sampai baca deh, bisa2 q dianggap pegawai yang mbalelo…wkwkwk…
CatatanSmart.Com Reply:
February 2nd, 2010 at 04:12
@Khakhakha tega amat ya Mas, masa gini aja sampai dianggap mbalelo
wah komengku ilang juga
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 15:08
@Ya nih, akhir-akhir ini satpamku sangat galak mungkin habis naik gaji kali ya
[Reply]
tentunya kompetensi yang sehat … saling membangun dan melengkapi mas …
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 15:09
@Siap gan
[Reply]
lagi-lagi mental harus di tata ulang. ibarat komputer, harus di install ulang.
gugahan anda ini sangat menyentuh mas sum. sudah selayaknyalah kita mulai berbenah di mulai dari mental yang sehat..
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 1st, 2010 at 15:11
@Semoga kita bisa memulai dari keluarga kita dulu mas
[Reply]
Umar Puja Kesuma Reply:
February 1st, 2010 at 15:25
Artinya tidak melulu diserahkan urusan ini ke sekolah kan? good!!
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 2nd, 2010 at 04:14
@Tuul Mas, harus ada kerja sama antara orang tua dan guru
waduh membaca tanggapan komen mas agus jadi ngeri nih!! jangan2 link aq ntar kena seleksi alam catatan smart!! ah jangan deh!!
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 2nd, 2010 at 04:22
@Tidak usah kuatir Mas Andrik, asal memenuhi syarat kok :
-Jangan tidak posting lebih dari satu bulan bagi link yang sudah ada di relations, serta cukup interaktif dengan blog ini.
-Dan tentu saja masih ada faktor pertimbangan lainnya.
Salam
[Reply]
Bener banget Mas Sumartono, Segala hal memang seharusnya dimulai dari yg kecil, sperti Mental Individu diri masing2.
Keep your Smile Mas’
Rafi
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
February 2nd, 2010 at 04:23
@Thanks
[Reply]
Justru itu ms sumartono, yg mau sy asah. Sebab memang sih kompetensi sy didunia HRD makanya blog sy Tipssukseskarir.com. Tp urusan bisnis internet smuanya msh baru. Hrs trus belajar ms
[Reply]
betul mas
saya setuju dgn pendapat anda
salam kenal
[Reply]
betul sekali mas sumartono, semoga kita semua mempunyai metal yang kuat dan selalu bisa membangun dalam segala hal
[Reply]