Menulis yang baik menurut Aristoteles
Oleh : Sumartono
Siapa hayo… yang tidak tahu Aristoteles? Seorang filosof dan ilmuwan terbesar dalam dunia masa lampau yang hidup di tahun 384 SM, jadi sekitar 2400 tahun yang lalu.
Ternyata ada hal yang menarik tentang ajarannya dia, terutama bagaimana cara menulis yang baik. Menurut saya ini penting mengingat kita sebagai blogger atau pebisnis internet, yang tidak jauh-jauh dari aktivitas menulis. Untuk lebih jelasnya mari segera meluncur bersama ![]()
Dari sebuah buku kata-kata mutiara yang saya baca, Aristoteles memberi tips yang singkat namun sayangnya tanpa penjabaran, “Untuk menulis dengan baik, ekspresikan dirimu seperti orang kebanyakan, tapi berpikir bak orang bijaksana.”
Kira-kira bagaimana ya penjabarannya? Daripada membuat rekan-rekan jadi pusing, baiklah akan saya jabarkan versi saya.
Agar bisa menjabarkannya lebih mudah, saya akan memenggalnya menjadi dua yaitu sbb :
1. Ekspresikan dirimu seperti orang kebanyakan
Artinya untuk bisa menjadi penulis yang baik, kita harus bisa mengekspresikan atau mengungkapkan diri menjadi orang kebanyakan. Namun bukan berarti kita harus tahu segalanya. Melainkan cukup di komunitas kita saja. Sebagai contoh, kalau kita seorang ahli affiliasi, jadilah orang yang menerima penghasilan yang terbanyak. Maka jika disuruh menulis tentang affiliasi, maka dijamin akan menjadi penulis yang baik.
2. Berpikir bak orang bijaksana
Dalam penggalan yang kedua, Aristoteles sudah tahu bahwa tidak semua orang adalah bijaksana. Makanya dia menasehati berpikirlah bak orang bijaksana. Artinya untuk menjadi penulis yang baik, kita harus pandai “berpikir bak” tentang apa yang kita tulis. Jadi harus menjiwai, bak actor yang sedang acting.
Penjabaran di atas adalah murni versi saya. Kalau ada yang kurang puas, tentu saja… silahkan dituangkan dalam komentar untuk menambahkan atau melengkapi. Semoga bermanfaat !
Comments
37 Responses to “Menulis yang baik menurut Aristoteles”
Leave a Reply


saya kurang setuju dengan penjabaran poin pertama mas ( baru kali ini nih ga sependapat.. hehe). saya tidak bisa melihat korelasi antara penghasilan terbanyak dengan kemampuan menulis.
Salam Pertamax,
Octa Dwinanda
[Reply]
online-business-story.com Reply:
January 20th, 2010 at 00:10
mungkin bisa diperjelas mas…
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 20th, 2010 at 05:18
@Oh tentu gak papa Mas jika ada perbedaan pendapat, saya sangat menghargai. Namanya juga menjabarkan nasehat orang yang era hidupnya terbentang ratusan tahun dari generasi kita ini.
Tapi yang jadi pertanyaannya, jika Aristoteles masih hidup, bagaimana pendapatnya dia tentang penjabaran saya tersebut? Dikasih nilai A, atau jangan-jangan malah dapat ponten E.
Kalau versi Mas Octa gimana Mas?
Salam untuk yang pertamax
[Reply]
candradot.com Reply:
January 20th, 2010 at 10:00
bisa jadi maksudnya begini mas,
menulislah apa yang kamu suka dan jika telah kamu suka maka kamu akan menggalinya lebih dalam.
daaaan ketika sudah menguasainya, maka akan terlihat apa yang pembaca mau….
ini menurut saya, kalo saya salah
ya dikoreksi mawon mas hehehhe
online-business-story.com Reply:
January 20th, 2010 at 10:14
kalau persepsi saya untuk poin yang pertama, maksudnya adalah bagaimana sebisa mungkin kita bisa menulis dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh kebanyakan orang. menurut saya sih begini… menurut yang lain gimana ya ?
CatatanSmart.Com Reply:
January 20th, 2010 at 19:16
@Mas Candra dan Mas Octa, apa yang kalian opinikan tentu saya setuju. Namun juga tidak bijaksana jika saya langsung menfonis benar atau salah. Yang lebih berhak yaitu…mendiang Om Aristoteles
Tapi bagaimanapun juga saya ucapkan salut atas atensi kalian , thanks kawan

arkum Reply:
January 21st, 2010 at 13:07
Kalau sy beda ms, maksudnya adalah kita harus bisa menjadi seperti apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh kebanyakan orang (yg kita target mnjadi segmentasi pasar kita). Shngga prinsip dasar menulis itu adl EMPATI SOSIAL.gmn mas2 yg lainnya?
CatatanSmart.Com Reply:
January 21st, 2010 at 15:23
@Pendapatnya saya hargai
Mas Arkum, silahkan
fadly muin Reply:
January 22nd, 2010 at 00:47
maaf nyalip kayak motor nih mas
saya juga kurang sreg deh mas sama penjabaran poin pertama.
kalau kita liat dalam konteks menulis, apalagi ini dalam konteks filsuf tentu akan sangat kompleks dan multi interpertasi.
kalau boleh nambahin nih…
mungkin yang di maksud “seperti orang kebanyakan” adalah bagaimana cara kita berfikir agar mengacu kepada porsi yang obyektif, padat ilmu dan empati terhadap apa yang terjadi dan di rasakan oleh orang kebanyakan. maka dari itu, kita sebaiknya bijaksana dalam menulis, supaya apa yang sudah kita jadikan patokan obyektif bisa menghasilkan pemikiran yang bijak..(sori kebanyakan mas…
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 22nd, 2010 at 13:44
@Silahkan Mas lewat, bukan hanya Mas Fadly kok yang kurang sreg, teman lain juga ada.
Tapi intinya saya kagum kok, semakin beraneka ragamnya pendapat membuktikan bahwa kita sebagai blogger Indonesia memang kreatif dan penuh imajinasi….
ekspresikan diri dan jadi diri sendiri ya mas?
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 20th, 2010 at 05:22
@Yap Mas Ardy, sejujurnya memang sangat relatif untuk menjabarkan point pertama tersebut
[Reply]
Salam Super mas -
sungguh luar biasa,,,buat saya yang sulit itu point kedua mas,
saya justru bisa menulis kare melihat adanya ketidak bijaksanaan.
sukses untuk Anda mas…
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 20th, 2010 at 19:18
@Sukses juga buat Mas Andry, salam..
[Reply]
waduh….kalo menurut sy seh,bagaimana klo kita tnyakn lngsng ke Bpk Arietoteles nya saja,hehe…kira2 dia akan bilang apa ya?

ekspresikan apa yg kita miliki dengan menggunakan bahasa bak orang bijaksana,artinya nls dg mnggnkn kata2 yg baik dan dg kesantunan,agar apa yg kita tulis bs bermanfaat utuk org lain.
walah…pusing jadinya
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 20th, 2010 at 19:19
@Mbak Sari kalau pusing ini obatnya
[Reply]
kalo ndak salah aristoteles ini yang suka “beperan bodoh” dan banyak bertanya ketika dia ingin mengajukan idenya. Padahal dalam pertanyaannya itu mengandung sejumlah jawaban.
Katanya sih ini cara komunikasi yang baik karena kebanyakan orang punya banyak pertanyaan di kepala mereka. Nah, Aristoteles masuk dengan cara “menyamakan” dirinya dengan orang lain yang punya pertanyaan sama. Setelah itu baru kemudian dalam pertanyaannya itu sesungguhnya ada jawaban.
Mungkin ini sesuai dengan poin yang pertama.
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 20th, 2010 at 19:33
@Salut Pak, atas pengetahuan anda tentang riwayat hidup Aristoteles
[Reply]
Kalo dari versi saya, mengeksppresikan diri seperti orang kebanyakan artinya kita menulis jangan sampai menggurui meskipun mungkin ilmu kita lebih banyak akan tetapi kita harus memposisikan diri kita seperti orang yang dituju oleh tulisan kita dalam arti kita berperan sebagai partner atau teman sharing, bukan sebagai guru yang mengajari muridnya dengan kaku. Tentang berpikir bak orang bijaksana menurut saya adalah dalam menulis kita harus memperhatikan etika, adat kebiasaan dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Karena banyak yang menulis hanya untuk mengekspresikan diri dan pemikirannya tapi menyinggung perasaan orang atau golongan tertentu.
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 20th, 2010 at 19:36
@Salut juga Mas, atas sharing anda

[Reply]
….Berpikir bak orang bijaksana…
Jadi yang menulis sebenarnya belum dewasa dong?
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 20th, 2010 at 19:29
@Mungkin saja Mas Agus, karena Aristoteles mengatakannya kan pada eranya dia, yang bisa saja penulis pada jaman itu dinilainya kurang bijaksana atau tidak dewasa. Maklumlah masih jaman primitif, bayangkan 2400 tahun yang lalu.
Tapi setidaknya lewat nasehatnya kita bisa memetik hikmahnya, agar bisa menjadi penulis yang berfikir bijaksana
[Reply]
menulis seperti mashengky, berpenghasilan seperti anne ahira gituuu
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 22nd, 2010 at 13:45
@Tentu…mau donk..!
[Reply]
ini yang seharusnya mas….
wah… saya harus banyak belajar nih….
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 21st, 2010 at 15:22
@Katakan saja kawan, jangan malu

[Reply]
ngomong2 soal nulis saya ada tips sederhana, dan salah satu tipsnya ada pada tulisan mas sumartono, bisa dibaca diartikel saya yg ini: andriksugianto.com/tips-tips sederhana menulis artikel
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 22nd, 2010 at 13:45
@Tks berat infonya…
[Reply]
Ikut nimbrung ya, sepertinya seru sekali diskusinya. Kalo saya boleh ngasih pendapat. Mungkin agar lebih mudah kita menafsirkannya, bagaimana kalau mengkajinya dengan melihat secara langsung tujuan dari penggalan kedua kalimat aristoteles tersebut.
Ekspresikan dirimu seperti orang kebanyakan, tujuannya:
Bisa jadi memahami dan mengerti apa yang orang lain rasakan, atau mungkin berpikir seperti kebanyakan orang, bisa juga menganggap orang lain itu sama halnya seperti diri kita sendiri. Orang lain adalah cermin bagi diri kita sendiri.
Orang kebanyakan maksudnya apa? Mungkin begini, Mana yang lebih banyak orang tahu apa tidak tahu? Sudah pasti orang yang tidak tahu. Dalam membuat tulisan tujukan kepada orang yang tidak tahu. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti kebanyakan orang. Kalaupun kita terpaksa menggunakan kata-kata atau istilah yang tidak dimengerti jangan lupa tuliskan juga arti dari istilah itu dalam tulisan kita.
Berpikirlah bak orang bijaksana, tujuannya:
Sudah jelas sekali tujuannya. Kalau kita berpikir bisa, maka kita pasti bisa. Secara bawah sadar otak kita akan bekerja dan mencari jalan supaya kita bisa. Kalau kita berpikir bijaksana maka kita benar-benar menjadi orang yang bijaksana.
Saya ingat perkataan orang lain tentang makna dari kata bijaksana ini. Orang yang biijaksana berbeda dengan orang yang penurut. Contoh sikap orang bijaksana, jika ia disuruh meletakkan gelas di pinggir meja ia akan berpikir panjang. “Jika gelas saya letakkan di pinggir meja, ini berbahaya bagi anak kecil. Mudah dijangkau anak-anak dan mungkin saja mudah jatuh dan pecah kalau meja ini goyang sedikit saja.”
Dalam menulis penting sekali kita berpikir bijaksana. Dengan begitu kita benar-benar bisa menulis dengan baik. Berpikir bijaksana dengan memberikan tulisan-tulisan yang benar-benar mencerahkan. Tulisan yang menjadi solusi dari masalah yang dihadapi kebanyakan orang. Yaitu orang yang tidak tahu tadi.
Nah, bagaimana kalau tulisan kita belum bisa mencerahkan orang lain? Gampang, Berpikirlah bijaksana! Penulis besar sekalipun awalnya tulisannya juga gak bagus-bagus amat. Akhirnya, bisa juga mereka menulis bahkan tulisannya disukai dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Itu menurut saya, kalau ada yang salah atau kurang mohon dikoreksi ya…
[Reply]
@Penjabaran dari suatu analisa yang tajam dari Mas Habib. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, kita bisa mengartikannya dari sudut yang berbeda-beda.
Terima kasih atas partisipasinya, dan salam kenal.
[Reply]
Waduhh,,,saya sepertinya ga pernah dapet pertamaxxx disini mas..mas octa terus yang dapet…hehehhee….
menulis yang baik, saya juga setuju dengan paparan mas fadly muin, bahwa menulis yang baik itu dalam porsi yang objektif, dan bisa dimengerti banyak orang…tulisan kita mampu di pahami oleh orang-orang yang membacanya, bukan hanya segelintir…
kalau salah, mohon di koreksi lagi mas…
salam hangat..
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 23rd, 2010 at 21:55
@Yang tahu salah atau benar bukan saya mas, tapi Aristoteles
[Reply]
Wah sebuah kalimat yang bagus dan penuh makna dari Aristoteles, saya sangat setuju dengan penjabarannya, salam kenal pak
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 24th, 2010 at 05:13
@Salam kenal juga Pak Yanes
[Reply]
Sekedar menambahkan mas, satu hal yang paling penting untuk menulis secara baik, yaitu mulailah berlatih menulis sekarang juga. Dengan bertambahnya jam terbang kita dalam menulis, maka otomatis kemampuan menulis kita juga akan semakin menngkat. Bukan begitu mas?
Oiya, sebelumnya saya mengucapkan salam kenal untuk Mas Sumartono. Senang bisa berkunjung ke blog anda.
thx
Triyo
[Reply]
Sekedar menambahkan mas, satu hal yang paling penting untuk menulis secara baik, yaitu mulailah berlatih menulis sekarang juga. Dengan bertambahnya jam terbang kita dalam menulis, maka otomatis kemampuan menulis kita juga akan semakin meningkat. Bukan begitu mas?
Oiya, sebelumnya saya mengucapkan salam kenal untuk Mas Sumartono. Senang bisa berkunjung ke blog anda.
thx
Triyo
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
January 24th, 2010 at 16:45
@Senang juga dapat kunjungan dari Mas Triyo
[Reply]