Saat penjual harus diam
Oleh : Sumartono
Profesi sebagai penjual atau sales dalam perusahaan sebenarnya intinya adalah menjual agar produknya laku dan diterima di pasar. Salah satunya adalah dengan banyak bicara kepada pelanggan dalam menjelaskan keunggulan produknya.
Padahal asal tahu saja, cara demikian tidaklah selamanya benar. Sebab pada kenyataannya tidak semua pelanggan suka diperlakukan demikian. Banyak pelanggan yang kritis dan banyak nanya sebelum melakukan order.
Menghadapi pelanggan yang kritis tersebut, sebagai tenaga penjual harus bisa membaca situasi dengan cepat kapan saatnya harus diam. Ada beberapa tips yang harus dilakukan agar pelanggan jadi tertarik dan terpuaskan, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Apa salahnya sesekali berperibahasa “diam adalah emas.” Karena denga diam dan memberi kesempatan pelanggan untuk berbicara, maka penjual jadi tahu apa yang diinginkan dan dikeluhkan oleh pelanggan.
2. Jika kita harus berbicara janganlah terlalu mendominasi. Kalau dikomposisikan pembicaraan kita sebaiknya 40% saja, biarlah yang 60% buat pelanggan untuk melakukannya.
3. Saat diam, jadilah pendengar yang baik. Jangan membantah atau mengajari pelanggan sehingga menjadi tersinggung.
Rekan-rekan semua, tiga tips tersebut mungkin masih kurang. Tetapi setidaknya bisa menambah wawasan bahwa tidak selamanya banyak bicara itu itu menguntungkan bagi tenaga penjual. Tapi kalau ada yang menambahkan, dengan senang hati akan saya tampung. ***
Comments
80 Responses to “Saat penjual harus diam”
Leave a Reply


Saya memang tipikal orang pendiam, mas… :”> Kalo misalnya saya bicara 1 menit, maka saya harus mendengarkan 5 menit. Bicara 5 menit, maka harus mendengarkan 10 menit, dan seterusnya.
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
December 1st, 2009 at 23:38
Gagal pertamax deh…
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 2nd, 2009 at 05:20
@Mas agus….pake ilmu meringankan diri untuk bisa dapat pertamax di situs saya ini….wkwkwkwkwk
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
December 3rd, 2009 at 22:46
Wah, berat!
Harus berguru dulu ke dukun blogger yang di Bandung atau Semarang nih Pak?
Hahaha…
sari Reply:
December 7th, 2009 at 02:23
kenapa ya comentator di blog yg rame kayanya bangga banget jika ada pada posisi pertama dan tak ada pujian apapun jika comentator berada di blog yg sepi meskipun ada pada posisi pertama,
kenapa…?????
CatatanSmart.Com Reply:
December 2nd, 2009 at 05:19
@Itulah mas gilang, bahwa diam itu emas. Tapi juga harus cerdas dalam menyikapinya agar tidak dianggap patung.
[Reply]
Wah tips yang sangat bantu … kebetulan saya pun menjalankan bisnis off line meskipun masih kecil …. saya coba terapkan mas …
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 2nd, 2009 at 05:22
@Semoga bisa meningkatkan omzet bisnisnya mas teten…amin,
[Reply]
tetenw(blog sehat) Reply:
December 3rd, 2009 at 05:10
Amin …
[Reply]
Saat penjual harus diam berarti saat itu pula ia harus mendengar.
Intinya adalah teknik kecakapan dalam mengontrol mulut dan telinga. Keduanya sangat vital, tapi untuk menghasilkan goal sesuai target dibutuhkan kontrol yang baik antara keduanya.
Jangan sampai seorang penjual terstigma pembual karena terlalu mendominasi. Ujung-ujungnya, pembeli malah ilfill dan kabur.
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 2nd, 2009 at 05:24
@Opini yang mantabs mas umar…..btw lama gak update kemana mas, mau married ya…he..he…?
[Reply]
Tambahan sambil diam bukan berarti termenung tapi kita harus berusaha memahami ke arah mana konsumen menginginkan produk yang kita jual … (berkaitan dengan manfaat) … kelihatannya kita harus jeli Mas
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 2nd, 2009 at 05:26
@Bukan hanya jeli mas teten, tapi juga harus cerdas dalam menyikapinya agar tetap terjalin dialog yang nyaman untuk mengegolkan order.
[Reply]
tetenw(blog sehat) Reply:
December 3rd, 2009 at 05:12
Iya ya tapi setelah dapat orderan pun kadang konsumen masih tidak puas meskipun kita sudah membuat sesuai dengan pesanan …
Bisnis itu perlu ketahanan mental yang kuat ya ….
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 3rd, 2009 at 10:52
@Percaya diri juga dibutuhkan mas, tapi jangan terlalu over sebab bisa jadi bumerang malah.
tetenw(blog sehat) Reply:
December 9th, 2009 at 22:20
Betul Mas … melangkah dengan terarah dan punya target
iya mas… saya dulu pernah jadi salesman…
sama pemiliknya dipentingin kalo kita ngga perlu mendominasi pembicaraan…
diajari untuk enjoy dipembicaraaan..
kalau bisa justru pelanggan yang mendominasi dan kita hanya mengarahkan dan ujung2nya terjadi transaksi
tapi saya ngga lama kerja jadi salesman karena dimarahin orang tua meninggalkan kuliah T_T
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 2nd, 2009 at 05:29
@Profesi salesman adalah juga merupakan pondasi untuk menjadi pebisnis yang tangguh agar bisa menguasai segmen pasar. Saya malah dianjurkan oleh keluarga untuk menggelutinya, tapi tetap inget pesan-pesan orang tua…. jagan sampai kuliah jadi terbengkelai.
[Reply]
Pengalaman saya jadi salesman keliling, saya diam karena ngantuk setelah seharian muter-muter kompleks.
Hehehe….
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 2nd, 2009 at 05:30
@Hati-hati mas masuk got…lagi musim banjir wkwkwkwk
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
December 3rd, 2009 at 22:47
Banjir duit-kah?
[Reply]
Jika saya mencoba untuk menjual kepada orang-orang, saya tidak berhak untuk menilainya. Namun, agar berhasil saya harus berada sedekat mungkin untuk berdiri diposisi orang tersebut. Saya melakukan ini dengan menanyakan kepadanya bagaimana perasaannya, dan saya mendengarkan.
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 2nd, 2009 at 05:34
@Terima kasih mas sudah ikut menjabarkan ketiga point di atas, sehingga lebih jelas maknanya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
[Reply]
heru Reply:
December 2nd, 2009 at 19:43
hehe bisa aja mas sumartono. Jadi grogi nich hehehe
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 3rd, 2009 at 10:53
@Saya percaya dengan segudang pengalamannya mas heru, apalagi saat ini sedang ditempa dinegeri asing ya mas. he..he.. sukses selalu.
Agus Siswoyo Reply:
December 3rd, 2009 at 22:49
Penjual yang menilai produk seperti dalam kacamata pembeli begitukah Pak?
[Reply]
saya juga orang yg tipe pendiam…. yg biasa dilakukan hanya sekedar penawaran saja, jika pembeli mulai tertarik baru di jabarkan
[Reply]
online-business-story.com Reply:
December 2nd, 2009 at 08:09
kadang perlu pro aktif juga mas winarno. Bukan begitu mas ?
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 2nd, 2009 at 12:32
@Mas wien benar apa kata mas octa, harus pro aktif. Diam jangan diartikan bengong, tapi mempelajari gelagat pelanggan.
[Reply]
ini seperti strategi berperang ya mas. Ada saatnya kita mundur, melihat kondisi lawan, merancang strategi, lalu kembali menyerang dengan langkah yang lebih efektif.
Penjual yang pintar adalah penjual yang lebih banyak mendengar untuk menyimak apa yang diinginkan pelanggang. Sekali kita tahu apa yang diinginkan pelanggang, baru kita “beri” apa yang mereka mau. Dengan closing yang apik, mudah-mudahan bisa terjadi penjualan.
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 2nd, 2009 at 12:34
@Benar mas, seperti main catur, diam untuk berfikir menyusun strategi langkah selanjutnya. Karena intinya adalah skak mat atau diakhiri dengan order.
[Reply]
wah! dulu sekali …pernah jadi server sebuah restaurant terkenal di jakarta, mendengarkan pesanan para tamu adalah sangat penting, jangan sampai menyela, salah tulis pesanan bisa fatal, tamu komplain, atasan juga komplain..
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 2nd, 2009 at 12:36
@Istilahnya customer adalah raja, biarkan saja dia ngomel atau sesukanya. Setelah capai juga diam, baru setelah itu saatnya kita action tentunya dengan prinsip memuaskan pelanggan.
[Reply]
Habis baca artikel ini saya jadi punya sudut pandang lain nih mandang dunia marketing:-) Thanks for inspiring!
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 3rd, 2009 at 10:54
@Terima kasih untuk kedatangannya juga.
[Reply]
memang pembeli adalah BENAR2 RAJA… kita harus melayaninya, supaya dapat order… sukses mas..
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 3rd, 2009 at 10:55
@Sukses mas lendra.
[Reply]
wah …sepertinya mesti belajar nlp ne mas…..tapi setidaknya 55% manusia bicara secara non verbal…….pisikologi kita malah lebih tajam dari kata-kata….fantastic
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 3rd, 2009 at 10:57
@Pengalaman tersebut akan didapatkan seiring dengan jalannya waktu mas….fantastik juga buat komentar mas sahru.
[Reply]
kebetulan saya belum pernah jadi Sales Mas, lagipula saya orangnya tidak banyak ngomong alias pendiam (apalagi kalau tidur)….
Sekarangpun dalam bisnis online saya lebih banyak kontrol dari belakang aja, dan tentunya dibisnis online saya tidak perlu berbicara sama sekali…
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 3rd, 2009 at 10:59
@ha…ha… berarti tidurnya tidak pernah mendengkur dong mas…
Itulah salah satu kelebihan bisnis online mas rudy, tanpa perlu bertatap muka dan berdialog langsung dengan pelanggan.
[Reply]
online-business-story.com Reply:
December 3rd, 2009 at 18:57
menulis di blog kan termasuk bicara pak…
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
December 3rd, 2009 at 22:53
Yap, saya setuju Pak Octa!
Seperti judul salah satu artikel di Blog saya, menulis adalah salah satu bentuk aktualisasi diri terhadap keadan. Komunikasi tetap diperlukan di bisnis online. Kita dapat menyampaikan pikiran, ide dan pandangan lewat posting blog.
Headlines sales letter khan juga sudah “berbicara” untuk “merayu” pengunjung agar mau membeli produk kita. Kurang lebih seperti itu Pak.
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 4th, 2009 at 04:57
@Benar Pak Octa dan Pak Agus, banyak macam gaya menulis baik lewat blog ataupun sales letter yaitu dengan gaya laksana “bercakap-cakap” atau dalam bentuk “monolog”. Tapi disini tidak terjadi dialog langsung kan?
Terima kasih sudah sharing untuk melengkapinya, salam spektakuler.
emang pembeli ato prospek itu macem2….
karena semua orang saya rasa tidak mau membeli kucing dalam karung
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 3rd, 2009 at 11:02
@Waduh…. pengalaman saya menjual kabel buat kebutuhan proyek, para pembeli banyak macem2nya mas. Ada yang kritis, cerewet namun banyak juga yang baik, yang penting adalah kualitas produk, harga kompetitif dan pelayanan kita.
[Reply]
kalau di sisi lain diam itu jadinya tidak lau gimana mas…. he….
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 3rd, 2009 at 11:06
@Diam yang saya maksud di posting ini adalah saat sedang berhadapan atau berdialog dengan pelanggan baik bertemu langsung atau pembicaraan lewat telepon. Berilah kesempatan padanya untuk lebih banyak bicara, sehingga kita lebih tahu apa maunya dan keluhannya.
Masalah akhirnya jualan kita jadi laku atau tidak….ha..ha.. itu resiko bisnis dan rezeki tidak kemana kok asal sudah usaha. Yang penting kita sudah memberi pelayanan yang terbaik.
[Reply]
Klo penjual sok tahu, biasanya calon customer pana neg dan akhirnya gak jadi beli hehe.. tips yang bagus mas.. sukses selalu ya..
[Reply]
online-business-story.com Reply:
December 3rd, 2009 at 18:59
tapi kan penjual itu harus serba tahu terhadap produknya mas….
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 4th, 2009 at 05:10
@Walaupun sebagai penjual harus tahu terhadap produknya, namun sebaiknya jangan terkesan berlebihan karena sifat pelanggan berbeda-beda. Yang penting saat ditanya pelanggan tentang produknya, kita bisa menjawabnya. Jadi apa yang dikomentarin mas zams dan mas octa, memang saling membenarkan.
[Reply]
Tampil meyakinkan tanpa banyak kata. Bukan bahasa basi.
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
December 3rd, 2009 at 22:54
Tapi tetap rileks dan bersahabat kan?
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 4th, 2009 at 05:13
@Setuju mas amang dan mas agus. Yang saya simpulkan adalah SERSAN, tetap SERIUS namun SANTAI dalam menghandle pelanggannya.
Salam spektakuler.
[Reply]
Setuju, mas..
terlalu banyak ngomong tanpa peduli apakah kita butuh produknya, juga terasa sangat mengganggu..
Mungkin perlu memperhaikan timing yang tepat dan disesuaikan dengan karakter orangnya kali ya.. Dan menjadi pendengar yang baik juga penting..
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 9th, 2009 at 13:13
@Tentu mas welsen disesuaikan dengan timing dan kareakter orangnya. Salah satu sifat sales yang baik adalah bisa membaca situasi.
[Reply]
Ooo..gitu to Pak Sumartono…berarti kalo kita memperesentasikan produk itu gak harus dengan berkoar-koar ya? Memang sie kadang banyak org yang apriori kalo didatangi sales. Imagenya mesti mau di brainwash ne…karena biasanya si sales akan mendominasi pembicaraan tanpa memberi kita kesempatan untuk berbicara.
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 9th, 2009 at 13:11
@Betul pak, kalau terlalu banyak koar-koar ntar mah dikira alumni sales obat kuat yang dipinggir jalan.
[Reply]
Ada benarnya juga, Mas. Patut menjadi pertimbangan.
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 9th, 2009 at 13:10
@Jangan terlalu lama nimbangnya mas…nanti pembeli malah ngomel he..he..
[Reply]
mas…………….sumartono. terima kasih sharenya. ini bermanfat sekali buat saya yang baru mulai untuk ngeblog dan bisinis online…..slam
[Reply]
sobatsehat Reply:
December 6th, 2009 at 00:57
berbicara boleh saja.tapi sifatnya informatif dan menambah nilai jual
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 9th, 2009 at 13:08
@Salam buat sobat sehat.
[Reply]
slamat pagi mas sumartono…..3 tips yang mencerahkan…jadi inget pengalaman jual pulsa keliling dulu hehehe…saya cuman nawarin mau beli pulsa lewat saya…setelah sang pembeli tertarik…langsung deh dia nyerocos tanya ini itu, dari harga mp paket2 murah di masing2 operator wkwkwkw lucunya setelah sang pembeli nanya, dia malah jawab sendiri so saya jadi manggut2 aja, ga jadi ngejelasin…hehehe
mantab mas…^_^
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 9th, 2009 at 13:07
@Ya seperti itu mas alfred, yang penting closing ordernya kan.
[Reply]
sedikit ide,maksudnya kadang calon pembeli tidak tahu apa nama produk yang dia mau,maka disini penjual hrs bs mencairkannya,misal mempersilahkannya melihat-lihat produk yg ada lalu katakan bahwa dia tak usah buru2 untuk mengambil keputusan…katakan kpdnya bahwa kdtngnnya memberikan rasa tersendiri.saya yakin calon pembeli akan tertarik untuk membeli,meskipun tujuan awalnya bukan membeli produk tsb.
ayo siapa lagi yg mau nambahin…?
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 9th, 2009 at 13:06
@Tambahan yang bagus mba, sukses ya…
[Reply]
susah juga ya mas jadi pedagang hehe
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 9th, 2009 at 13:05
@Tapi seneng dapat untungnya he..he..
[Reply]
Jika dikaitkan dengan blog marketing (bukan blog untuk memasarkan produk tapi agar konten kita selalu menarik minat pembaca), kita harus jeli melihat tanggapan dan reaksi para pembaca (komentator). Namun sayangnya kebanyakan pembaca murni (datang dari google bukan dari blogwalking) enggan berkomentar. Bagaiaman tanggapan anda? adakah tips agar mereka berkomentar?? trimakasih
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 9th, 2009 at 12:59
@Kalau pengunjung yang datang dari search engine, umumnya hanya mencari informasi yang memang sedang sangat dibutuhkannya. Dan mencarinya juga bukan hanya dari satu situs saja. Jadi rasanya sulit bagi mereka untuk meninggalkan komentar.
Berbeda dengan yang datang dari blogwalking karena memang mereka sudah saling “mengenal.” Jadi untuk menambah ikatan silaturahmi tentunya dengan jalan komentar.
Jadi tidak heran kalau blog yang trafiknya tinggi belum tentu komentarnya banyak. Dan juga sebaliknya, blog yang trafiknya rendah bisa saja komentar di postingnya relatif banyak, karena pemilik blog tersebut rajin blogwalking sambil memberi komentar.
[Reply]
kalau dikaitkan dengan blog marketing (bukan untuk memasarkan produk, namun untuk menarik lebih banyak pembaca) terkadang pemcbaca asli (datang dari search engine) enggan berkomentar. Nah, pertanyaan saya bagaiaman agar kita tau apa yang diinginkan pembaca asli?
trimakasih
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 9th, 2009 at 13:04
@Kita tidak mungkin tahu dong terhadap kemauan pengunjung yang tidak memberi komentar. Yang dapat kita lakukan adalah posting. Karena semakin bertambahnya umur blog dan semakin bertambahnya kuantitas posting maka akan semakin meningkatkan trafik.
[Reply]
Oiya Mas ditunggu artikel selanjutnya …
Gimana kalau temanya ‘berbisnis dengan hati’ maksudnya bisnis itu bukan cuma uang dengan menghalalkan segala cara …. :-)
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 10th, 2009 at 09:21
@Mas Teten saya tampung dulu permintaannya.
[Reply]
tips itu tepat banget untuk diterapkan kepada konsumen kayak saya yang bawel ya .. hehehe
setuju, bersikap silent is golden memang diperlukan untuk waktu2 tertentu.
Cara Membuat Web
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
December 14th, 2009 at 14:59
@Cara membuat web, terima sudah ikut meramaikan posting saya.
[Reply]
aduh saya paling bawah wkwkwkwkw…. diam adalah emas, tidur adalah platinum hahahaha..
nice post mas.. saya ngerti maksud anda.. jadilah penjual yang mau mendengarkan pembeli… ya gitu deh.. kita menjual sesuai kebutuhan pembeli, bukan karena target perusahaan ya
[Reply]
@Ihik.. mas hengky layak dapat bintang lagi sudah mengartikan posting saya dengan cerdas.
[Reply]
Silent is gold
[Reply]