Sebuah Bencana “Untuk Kita Renungkan”
Oleh : Sumartono
Masih membekas dalam ingatan kita saat Rabu 2 September 2009, bangsa kita terhenyak akan tragisnya bencana gempa 7,3 SR yang berpusat di sebelah barat daya Tasikmalaya yang memakan korban dan kerugian material tidak sedikit.
Kini belum genap satu bulan tepatnya juga Rabu 30 September 2009, tanah air tercinta ini dibuat berduka lagi. Yaitu dengan datangnya musibah bencana gempa 7,6 SR yang telah mengguncang Padang - Sumatera Barat dengan korban dan kerugian material yang jauh lebih parah.
Lalu dari kejadian ini, bagaimana kita memetik hikmahnya?
Kita bisa merenungkan dan yakin bahwa Allah SWT tidak akan mencoba umatnya melebihi batas kemampuannya. Negara kita yang notabene adalah Negara kepulauan yang dari letak geografis memang rawan bencana gempa ataupun tsunami dan juga bencana-bencana lainnya seperti ancaman letusan gunung yang masih aktif.
Namun demikian bukan berarti kita harus menyesal diri mengapa tinggal di Indonesia. Justeru malah menjadikan kita harus lebih kuat. Kita juga tidak beda dengan negara Jepang yang juga negara kepulauan rawan bencana. Namun mereka bisa mengatasi kesulitan hidup karena bencana alam dan membuatnya tidak cengeng tetapi malah dijadikan cambuk untuk membuatnya lebih bekerja keras untuk maju.
Tentu kita sebagai orang Indonesia harus yakin, bisa belajar dari segala kejadian bencana yang akhir-akhir ini sering menimpa kita. Kita bisa merenung, kita harus tabah bahwa semuaitu ada hikmahnya. Sebagaimana penggalan lirik sebuah lagu yang sering kita dengar di berbagai stasiun TV “Untuk Kita Renungkan” karya Ebiet G Ade :
……………
Anugerah dan Bencana Adalah Kehendaknya
Kita Mesti Tabah Menjalani
Hanya Cambuk Kecil Agar Kita Sadar
Adalah Dia Di Atas Segalanya 2x
Anak Menjerit-jerit
Asap Panas Membakar
Lahar dan Badai Menyapu Bersih
ini Bukan Hukuman
Hanya Satu Isyarat
Bahwa Kita Mesti Banyak Berbenah
……………
Tuhan Pasti Telah Memperhitungkan
Amal dan Dosa Yang Telah Kita Perbuat
Kemanakah Lagi Kita Kan Sembunyi
Hanya Kepadanya Kita Kembali
Tak Ada Yang Bakal Bisa Menjawab
Mari
Hanya Tunduk Sujud Padanya
Kita Mesti Berjuang Memerangi Diri
Bercermin dan Banyaklah Bercermin
Tuhan Ada Di Sini Di Dalam Jiwa Ini
Berusahalah Agar Dia Tersenyum
Oh
Berubahlah Agar Dia Tersenyum ***
Comments
48 Responses to “Sebuah Bencana “Untuk Kita Renungkan””
Leave a Reply


Pertamax
lagunya Ebiet bagus ya ,.
turut berduka buat para korban . semoga selalu tabah .
[Reply]
sumartono Reply:
October 2nd, 2009 at 09:15
Doa dan harapan kita sama, semoga diberi ketabahan bagi para korban.
Dan tentunya selamat mas yuda, anda dapat pertamax semoga bisnis onlinenya jadi lebih kencang on…terus
[Reply]
Ajakan yang bagus untuk merenungkan fenomena alam yang maha dahsyat tersebut. Mudah-mudahan kita bisa melihat hikmahnya, lalu menginstropeksi diri.
Turut berduka cita juga untuk korban Gempa Bumi Sumatera Barat.
Semoga kuat dan tabah menghadapi musibah ini.
[Reply]
sumartono Reply:
October 2nd, 2009 at 21:36
Bukan hanya bangsa Indonesia, bangsa lain juga ikut berduka ya mas.
[Reply]
sebagai takdir negeriku ini di area pertemuan 4 lempeng bumi yg rawan gempa, semoga Allah memberikan kebaikan utk kita semua …amiinn
salam
hill
[Reply]
sumartono Reply:
October 2nd, 2009 at 21:38
Hal ini semoga membuat bangsa kita semakin dekat kepada Allah SWT.
[Reply]
Perasaan duka tentu sedang menyelimuti kita, terutama saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa tersebut.
renungan untuk kesadaran harus kita tancapkan di hati kita, bahwa ini semua adalah gabungan antara peringatan dan cobaan yang patut kita catat sebagai bahan pertimbangan melangkah menjalani hidup ini.
siraman yang sejuk mas sum… semoga keluarga saudara2 kita yg tertimpah musibah tersebut di beri kesabaran..
[Reply]
sumartono Reply:
October 3rd, 2009 at 16:54
Amin, semoga cobaan ini membuat bangsa kita semakin kuat lahir dan batin.
[Reply]
Saya pernah tinggal di padang, pernah ngerasain gempa kekuatan 7,2 sr dulu gag salah sekirar tahun 2007-2008 pusatnya di bengkulu. tapi gag separah yg sekarang …
turut berduka cita atas musibah yg menimpa bangsa indonesia dan masyarakat padang terutama temen2ku yg ada disna .
[Reply]
sumartono Reply:
October 3rd, 2009 at 16:55
Semoga teman mas diberi kekuatan khususnya dan masyarakat padang pada umumnya.
[Reply]
Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah bencana alam yang terjadi di Sumatera (padang), semoga yang terkena musibah diberi kekuatan dan ketabahan serta kesabaran oleh Allah SWT.. Sampai nggak bisa mikir kenapa musibah begitu bertubi-tubi melanda Indonesia???
[Reply]
sumartono Reply:
October 3rd, 2009 at 16:57
Ya mas zams, inilah resiko sebuah negara kepulauan. Namun dengan dekat kepada Allah SWT, kita bangsa Indonesia akan senantiasa dilindunginya.
[Reply]
Turut berduka atas gempa bumi di padang dan sekitarnya, kita doakan saudara-saudara kita disana dapat diberikan kesabaran untuk melalui cobaan ini.
Saya berdoa semoga ini semua adalah pertanda bahwa negeri kita sedang menuju kejayaannya.
Amien…
[Reply]
sumartono Reply:
October 3rd, 2009 at 16:58
Amin, berbagai cobaan ini semoga membuat bangsa kita jaya. Indonesia tumpah darah kita.
[Reply]
Turut sedih atas kejadian tersebut. Semoga kita semua terutama korban, bisa memetik hikmahnya dan menjadikan itu semua sebagai renuang berintrospeksi diri untuk masa depan yang lebih baik dan lebih kuat.
[Reply]
sumartono Reply:
October 3rd, 2009 at 16:59
Sama-sama, salam kenal ya dan terima kasih atas kunjungannya.
[Reply]
Satu lagi peristiwa yang membawa duka bagi kita semua..
Tidak sangka kota Padang yang indah telah rusak parah..
Saya turut prihatin..
mari kita turut mendoakan para korban gempa
[Reply]
sumartono Reply:
October 3rd, 2009 at 17:00
Sama mas, kita semua ikut prihatin. Dan semoga bangsa kita semakin kuat.
[Reply]
Dear Mas Sum, tiada kata dan ucapan yang lebih pantas selain ” INNALILLAHI WA INNAILLAIHI ROJIUN” semua yang berasal darin-Nya akan kembali kepada-Nya, selain kita berdoa untuk para korban sudah seharusnya kita mawas diri dan menunduk kepada-Nya yang teramat dalam atas segala musibah ini, “Dan Tuhan tidak akan menimpakan suatu cobaan kepada umatnya jikalau umatnya tersebut tidak mampu” prihatin pastinya namun selain itu kita harus introspeksi diri terhadap alam ini, sudahkah cambuk kecil ini telah menyadarkan kita semua akan kebesaran dan kekuasaan-Nya, semoga kita semua termasuk orang orang yang selalu mendapat berkah-Nya, amin
[Reply]
sumartono Reply:
October 4th, 2009 at 12:31
Opini yang hebat mas muklis, belajar dari fenomena alam, berdoa dan tawakal kepada YME adalah solusi yang tepat dalam menyikapi kondisi geografis negara kita yang memang kurang bersahabat.
[Reply]
sudah saatnya manusia terus sadar… mereka akan menghancurkan diri mereka sendiri…
menyentuh nih :-)
[Reply]
sumartono Reply:
October 4th, 2009 at 16:10
Makasih sudah sharing mas abid.
[Reply]
Semoga para korban tetap tabah ya
[Reply]
sumartono Reply:
October 5th, 2009 at 12:19
Semoga begitu mas, dengan ketabahan penderitaan terasa ringan.
[Reply]
turut berduka atas saudara kita di sumatra barat,
semoga dikuatkan dan tabah
[Reply]
sumartono Reply:
October 5th, 2009 at 12:22
Saudara-saudara kita yang di Sumbar saya harap juga jangan terlalu bersedih, kita yang di pulau jawa ikut merasakannya.
[Reply]
lho komenku kok gak muncul
[Reply]
sumartono Reply:
October 5th, 2009 at 12:23
Tadi sempat diblock oleh akismet dikira spammer….ihik, tapi sekarang sudah saya bebaskan kok.
[Reply]
Saya juga turut prihatin Mas, atas apa yang menimpa saudara kita. Sudah buka surat 17:16, 17: 58, 8:52, sesuai dengan waktu kejadian. Bukan hanya lewat lagu Mas merenungkan kejadian ini, tapi melalui ayat-ayat Allah SWT. Subhanallah, maha besar Allah atas kehendaknya…
[Reply]
sumartono Reply:
October 5th, 2009 at 05:40
Semua ikut merasakannya bahkan sampai saat ini walau lewat tayangan TV.
Dan terima kasih sudah menambahkan. Memang benar apa yang mas wien kemukakan bahwa Allah SWT sudah menerangkan atas segala kehendaknya lewat Quran. Bahkan mungkin saja saat Ebiet G Ade membuat lagu tersebut juga terinspirasi pada kebesaranNya. Salam.
[Reply]
Kita doakan semoga rekan-rekan di andalas cepat bangkit plus doakan supaya pemerintah cepat bertindak sebab masih banyak yang belum tersentuh bantuan…
salam mas…
[Reply]
sumartono Reply:
October 5th, 2009 at 12:27
Karena susahnya medan lokasi dan terbatasnya alat berat jadi distribusi bantuan agak susah. Tapi bukan hanya pemerintah kita yang turun tangan kok mas. Dari negara-negara sahabat juga sudah banyak yang membantu lewat uang ataupun terjun langsung di lokasi.
[Reply]
Betul sekali Mas ..
Kita harus banyak merenung … mudah-mudahan kita semakin sadar bahwa manusia itu tidak berdaya apa-apa dihadapan Sang Pencipta …
Salam Sehat …
[Reply]
sumartono Reply:
October 6th, 2009 at 05:27
Salam sehat juga mas, semoga saudara-saudara kita yang kena musibah juga sehat-sehat selalu.
[Reply]
waktu gempa tasik, rumah saya di gerlong dilewatin gempa juga.. sampe hari ini saya masih trauma.. apalagi lihat di sumbar… saya bisa merasakan penderitaan mereka..
[Reply]
sumartono Reply:
October 6th, 2009 at 07:36
Kok mas hengky bisa trauma, tak kusangka…..wkwkwk
Sudah nyumbang buat korban bencana belum mas?
[Reply]
alhamdulillah kita masih diberi keselamatan dan kehidupan, supaya bisa berbenah lagi….
[Reply]
sumartono Reply:
October 6th, 2009 at 07:39
Ya perlu berbenah dan antisipasi, sehingga saat kejadian lagi kita sudah siap. Tapi semoga kejadian yang parah ini tidak terulang lagi di negara kita, di daerah manapun. Amin, ya robbal alamin.
[Reply]
Allah Maha Besar…
[Reply]
sumartono Reply:
October 6th, 2009 at 11:08
Tiada yang lebih besar dari Allah SWT.
[Reply]
wah, lagunya bang ebit lagi….
ada selebaran yang ngajak jadi relawan di kampus tadi, tapi sayang, ini justru sedang sibuk2nya praktikum, seandainya tidak, saya akan berangkat…
salam doa dan harapan untuk saudara2 kita disana….
[Reply]
sumartono Reply:
October 7th, 2009 at 05:57
Mbak santi ada di daerah mana? Kalau memang jauh, tidak perlu berangkat ke TKP gak masalah. Yang penting sumbangan uangnya… ya gak?
[Reply]
“Dan Sesungguhnya Kami akan mengujimu dengan sedikit dari rasa takut, kelaparan, kekurangan harta dan (kehilangan) jiwa serta (kurangnya) buah-buahan, dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar (dalam menerimanya). Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, Mereka mengucapkan: Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Mereka itulah yang mendapat keberkahan dan rahmat dari Tuhan Mereka, dan mereka itulah orang-orang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah: 155-157)
Mari sama-sama kita renungkan….
[Reply]
sumartono Reply:
October 8th, 2009 at 05:06
@ Itulah kebesaran Allah SWT, semoga mas octa denga bencana ini bangsa kita lebih dewasa dalam menyikapinya dan semoga selalu dalam lindunganNya.
[Reply]
Alhamdulilah dengan posting ini ternyata banyak juga saudara kita yang peduli dan ikut merasakan Penderitaan saudara2 kita … semoga Alloh berikana jalan yg terbaik …
Salam Sukses
[Reply]
sumartono Reply:
October 8th, 2009 at 05:58
@Amin, salam sukses juga buat Bu Titik.
[Reply]
ikut berduka atas terjadinya musibah yang menimpa para saudara kita,tapi bagaimanapun ini kita jadikan satu hikmah,agar perilaku kita terhadap alam hendaknay lebih arif dan bijaksana,karna kita manusialah yang bergantung pada alam,dan bukan sebaliknya,mari perbaiki diri atas semua dosa dan kesalahan kita,salam
http://www.wantduit.blogspot.com
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
October 23rd, 2009 at 13:43
@Ya mas imam, harapan kita bersama semoga bisa memetik hikmahnya.
[Reply]