Referensi Mengungkap Rahasia Bisnis (bag. 1)
“Mereka yang pernah mendaki Gunung Fuji, layak disebut orang bijak. Namun mereka yang mendaki untuk kedua kalinya, layak disebut orang bodoh.”
Ketika membaca buku “Rahasia Bisnis Orang Jepang” karangan Ann Wan Seng yang diterbitkan oleh Hikmah, PT. Mizan Publika. Ada hal yang menarik khususnya mengenai rahasia bisnis dari bangsa Jepang.
Buku tersebut yang terdiri 7 Bab setebal 301 halaman tentunya sangat banyak jika saya review dalam blog saya ini. Namun demikian ada 2 poin yang saya pikir sangat penting, sehingga saya menulisnya cukup 2 bagian saja. Dan saya harapkan semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya yang sedang belajar berbinis baik bisnis online ataupun offline.
1. Bagaimana Jepang bisa menjadi nomor satu?
Jika boleh saya bandingkan, Indonesia memang berbeda dengan Jepang dari kekayaan sumber alamnya. Jepang tidak mempunyai hasil dan sumber daya alamnya sendiri. Oleh karena itu dalam hal ini seperti minyak bumi, biji besi, batu arang sangat tergantung dari negara lain. Namun ironisnya walaupun dikenal sebagai negara industri yang sangat maju di Asia, tetapi sector pertanian juga menjadi sector utama yang sangat maju juga.
Persaingan penggunaan tanah di Jepang sangat tinggi dan ketat. Karena permukaan tanah relative yang bergunung-gunung, para petani harus pintar menghasilkan makanan secara produktif. Coba bayangkan, mereka menanam padi di halaman rumah mereka dan tidak menyia-nyiakan sejengkal tanahpun tanpa menghasilkan sesuatu. Seperti pohon jeruk ataupun pohon cabe.
Sektor lapangan pekerjaan, pendidikan dan sector kehidupan lainnya juga ikut mengalami persaingan yang ketat. Penyebabnya adalah jumlah penduduk yang padat. Para penduduk pun dituntut bekerja keras untuk memenuhi keperluan yang menjamin kelangsungan hidup mereka.
Bangsa Jepang tidak menjadikan keadaan geografis yang kurang baik sebagai alasan mereka tidak bisa maju. Bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus, angin topan bahkan tsunami juga tidak menghalangi mereka menjadi bangsa yang kuat dan dihormati. Tanpa kesungguhan dan keyakinan, bangsa Jepang mustahil dapat membangun kembali negaranya yang hancur akibat Perang Dunia II.
Mereka tidak mudah tunduk pada kekalahan dan kegagalan, juga merupakan bangsa yang tahan terhadap cobaan. Mereka juga tidak mudah putus asa dan menyerah begitu saja. Bagi bangsa Jepang, kalah dan gagal setelah berjuang lebih mulia daripada mati sebelum berperang atau mencoba.
Tidak ada keberhasilan yang diperoleh tanpa curahan keringat dan pengorbanan. Dengan kesungguhan, disiplin dan kerja keras akhirnya Jepang menjadi penguasa perekonomian nomor satu di dunia.
Bangsa Jepang cepat dan tanggap bertindak, sehingga mereka cepat bangkit dari kehancuran. Mereka tidak menunggu peluang datang, tatapi mencari dan menciptakan sendiri peluang tersebut. Sekali mendapatkan peluang, mereka tidak melepaskannya.
Bagaimana dengan kita jika ada peluang bisnis? Apakah akan diwujudkannya atau dilepasnya karena ragu-ragu hanya karena pengetahuan kita masih terbatas atau sudah ada produk pesaing? Sejujurnya tidak ada orang yang pintar di dunia ini kecuali mau belajar dan juga kita bisa maju karena ada pesaing.
Mungkin sudah cukup panjang review dari buku tersebut. Namun masih ada satu bagian lagi yang Insya Allah akan saya posting selanjutnya, Referensi Mengungkap Rahasia Bisnis (bag. 2) yaitu : 2. “Mengelola bisnis cara Jepang.”
Comments
68 Responses to “Referensi Mengungkap Rahasia Bisnis (bag. 1)”
Leave a Reply

Oleh : Sumartono

Buku yang sangat menarik. Saya fikir buku ini bisa di jadikan motivasi bisnis online juga offline. Semoga bangsa ini bisa belajar dari keberhasilan orang Jepang dengan segala keterbatasan sumber daya alamnya. Padahal bangsa Indonesia lebih banyak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Ayo maju bangsa ku…
[Reply]
sumartono Reply:
August 23rd, 2009 at 15:12
Bangsa jepang bisa kita jadikan inspirator, walaupun dulu terkenal bengis dan kejam saat PD II. Tetapi sejak di bom atom, mereka telah berubah hingga sekarang.
[Reply]
wah… bagus banget reviewnya
jadi pengen beli
ternyata bangsa jepang itu bisa uggul karena persaingan yah
ngga maw menyerah sebelum berperang
meski gagal setelah berperang tapi itu jauh lebih terhormat daripada ngga ngelakuin apapun…
keren…
kalo boleh tanya…
harga bukunya berapa? jadi pengen beli…
[Reply]
sumartono Reply:
August 23rd, 2009 at 15:50
Saya beli setahun yang lalu mas andri, di salah satu toko buku di Pondokgede Jakarta. Cetakan I, harganya Rp. 46.000,-. Kalau sekarang gak tahu deh, mungkin sudah naik.
[Reply]
Riview yang menarik mas sum, memang banyak sekali hal yang bisa kita pelajari dari bangsa jepang terutama pasca revolusi industri yang kalo ga salah terjadi pada tahun 1800an dimana hanya dalam waktu kurang dari 100 tahun jepang bisa menyesuaikan diri dan berhasil menjadi negara industri seperti saat ini.
Semoga bangsa kita bisa mengikuti kesuksesan tersebut ya mas,.Ditunggu kelanjutannya
salam,
[Reply]
sumartono Reply:
August 23rd, 2009 at 16:00
Mas ricky rupanya mendalami juga ya sejarah jepang. Tunggu saja mas kelanjutannya di bagian 2.
[Reply]
Kadang memang aneh kita ini, mereka yang didera banyak cobaan justru lebih maju daripada mereka yang memilki segalanya.. karena terbuai dengan ketersediaan.. Coba kita lihat sekarang banyak anak2 penguasa dan orang2 kaya justru terjerumus hal2 negatif karena fasilitas dan kemudahan… dan mereka yang serba kekurangan justru mampu bertahan dan berjuang untuk hidup yang lebih baik.. selamat berpuasa ya Mas Sum jangan bolong2 apalagi bolong5x
[Reply]
sumartono Reply:
August 23rd, 2009 at 16:05
Benar mas zams, beda dengan jepang, kekayaan alam kita sungguh melimpah. Persamaannya adalah kita dengan jepang sama-sama juga sering dilanda bencana alam. Cuman jepang bisa mengendalikannya dan membuatnya menjadi maju. Semoga lambat laun kita bisa menirunya.
Selamat berpuasa juga, tentu dong…semoga tidak bolong dan masuk kategori puasa yang dapat pahala. Bukan hanya lapar dan haus saja yang didapat.
[Reply]
yak, emng hebat tu orang jepang yang tidak kenal menyerah dan tidak mudah putus asa yang buktinya walaupun mereka sempat dihantam bom nagasaki-hiroshima tapi mereka bisa cepat bangkit dan menunjukkan ke-eksistensiannya di dunia internasional….
good review mas,
[Reply]
sumartono Reply:
August 23rd, 2009 at 16:07
Terima kasih mas atas tanggapannya.
[Reply]
Saya setuju… “tidak ada keberhasilan tanpa curahan keringat “. Sungguh kata2 yang bisa membangkitkan. Karena saya lagi belajar bisnis nih Mas Sumartono, jadi bisa menjadi pencerahan diri saya untuk terus berjuang.
Selamat menunaikan ibadah puasa Mas
[Reply]
sumartono Reply:
August 23rd, 2009 at 16:08
Selamat terus berjuang mas win, semoga Allah SWT meridhoi usaha kita semua. Selamat menunaikan ibadah puasa juga.
[Reply]
salut mas… buat orang jepang… jujur… dari dulu sampai sekarang saya sangat kagum dengan mereka….
[Reply]
sumartono Reply:
August 24th, 2009 at 13:12
Memang jepang pantas menjadi kebanggaan bangsa asia.
[Reply]
saya setuju dengan mas winarno…no gain without pain. gituya klu ga salah hehehe… ato dalam bahasa indo berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. bersakit-sakit dahulu , bersenang2 kemudian.
[Reply]
sumartono Reply:
August 24th, 2009 at 13:14
Asal sakitnya jangan terlalu parah mas, nanti tidak bisa menikmati hasilnya donk…
[Reply]
yah, sepertinya kita memang masih harus banyak belajar dari mereka Mas. keterbatasana justru dijadikan cambuk untuk maju. sungguh berbeda dengan Indonesia. mungkin karena begitu berlimpahnya kekayaan alam kita, sehingga kita terninabobokan. let’s do something untuk Indonesia yang lebih baik…….
selamat berpuasa, mohon maaf untuk semua khilaf……….
[Reply]
sumartono Reply:
August 24th, 2009 at 13:26
Sudah saya maafkan sebelum minta maaf. Btw, emang mba ona pernah berbuat salah sama ya….wkwkwkwk
[Reply]
Wah…, Banyak yang dapat dipelajari dari Jepang. Kemarin baru baca-baca 5S yang menjadi salah satu program budaya perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Ditunggu seri 2-nya nih…
[Reply]
sumartono Reply:
August 24th, 2009 at 13:27
Insya Allah mas hade, tunggu aja ya…
[Reply]
Menarik sekali membaca review ini. Setiap bangsa biasanya memiliki karakter yang berbeda. Namun semuanya tidak lepas dari sisi positif dan negatif. Begitu pula Bangsa Jepang, Bangsa Indonesia, maupun Bangsa-bangsa lain. Agar bisa saling melengkapi, sudah seharusnya untuk belajar dari sisi positif yang dimiliki bangsa lain untuk diaplikasikan pada bangsa kita. Bukan sebaliknya, saling sikut, saling serobot, saling merendahkan, dll.
[Reply]
sumartono Reply:
August 24th, 2009 at 23:48
Benar mas umar, setiap bangsa mempunyai sisi positif dan negatif, termasuk Jepang ataupun juga negara kita tercinta ini Indonesia. Jadi tidak salah kita mengambil yang baik dari Jepang, semoga bisa diaplikasikan buat kemajuan negara kita. Amin!
[Reply]
bangsa yang maju mempunyai keinginan dan kemauan yang kuat, jangan patah semagat. ayo mari kita sebagai penerus bangsa membangun negeri kita untuk menjadi yang terbaik dan memajukan negeri kita ini. dengan memiliki optimisme dan disiplin yang tinggi saya nyakin negeri kita ini bisa menjadi negeri yang makmur dan tersohor.
salam sukses selalu mas sumartono
[Reply]
sumartono Reply:
August 25th, 2009 at 10:58
Semoga mas heru, dimulai dari diri kita sendiri dulu. Hingga akhirnya lambat laun bangsa kita bisa mengikuti jejak jepang. Salam sukses juga.
[Reply]
heru Reply:
August 25th, 2009 at 22:27
sip mas, ayo mari kita bangun bangsa kita menjadi bangsa yang makmur, aman dan sentosa
[Reply]
sumartono Reply:
August 26th, 2009 at 12:22
Amin, semoga pemimpin-peminpin kita sadar akan pentingnya hal ini.
salam kenal mas Sumartono, saya Alfred…wah mantabbb bukunya mas…makasi banget atas sharingnya…..mari bersama-sama kita meniru bangsa Jepang yang tidak menyerah dengan keadaan yang mereka alami demi kemajuan diri dan bangsa kita tercinta ini…salam mas sumartono…Alfred
[Reply]
sumartono Reply:
August 25th, 2009 at 10:59
Salam kenal juga mas alfred, terima kasih sudah sharing d blog saya yang sederhana ini.
[Reply]
Kalo saya simpulkan poin satu ini : Bangsa Jepang adalah bangsa pekerja keras. Sampai ada yang bilang di Jepang tidak ada orang yang jalan, karena semuanya berlari.
Image covernya kecil banget, Mas. mbok diperbesar taruh kata lebar 300 px dah bagus.
[Reply]
sumartono Reply:
August 25th, 2009 at 11:01
Makasih bang atas sarannya. Sudah saya perbesar cuma hanya sampai 200 px, itupun image covernya sudah mulai pecah gambarnya.
[Reply]
Ulasan yg sangat menarik lho….
Terima kasih atas di share di sini….
[Reply]
sumartono Reply:
August 25th, 2009 at 11:02
Terima kasih atas kunjungannya, salam.
[Reply]
bagus sekali mas reviewnya…
salut dan kagum dengan orang jepang, ulet2 orangnya.
[Reply]
sumartono Reply:
August 25th, 2009 at 13:58
Kalau bukunya terus terang bagus mas, sampai penasaran jika tidak langsung selesai membacanya.
[Reply]
Candradot.com Reply:
August 27th, 2009 at 12:42
jadi pengen baca neh
[Reply]
sumartono Reply:
August 27th, 2009 at 12:43
Silahkan berburu sobat.
Salam kenal, mas
review yang menarik sekali..
memiliki sumber daya yang melimpah malah kadang membuat seseorang terlena sehingga tidak ada semangat juang..
sebuah pelajaran berharga untuk kita..
saya jadi ingin beli bukunya
[Reply]
sumartono Reply:
August 25th, 2009 at 18:39
Salam kenal juga mas. Hampir di setiap toko buku di kota-kota besar ada kok, selamat berburu.
[Reply]
Yang anda ucapkan itu memang benar mas, saya juga sudah membacanya!!!
[Reply]
sumartono Reply:
August 26th, 2009 at 12:23
Gimana kesannya, sebuah inspirator yang hebat bukan?
[Reply]
buatlah penentuan musuh untuk menjadi sukses…
misalnya males adalah musuh kita…
[Reply]
sumartono Reply:
August 26th, 2009 at 12:25
Benar, rajin teman kita, males musuh kita. Jadinya, rajin pangkal pandai, males pangkal bodoh.
[Reply]
hmm…lam kenal ya ^^,btw nice blog hehehhe and nice artikel too
[Reply]
sumartono Reply:
August 26th, 2009 at 12:25
Ha..ha…ha…ha…
[Reply]
Tidak ada keberhasilan yang diperoleh tanpa curahan keringat dan pengorbanan. Dengan kesungguhan, disiplin dan kerja keras akhirnya Jepang menjadi penguasa perekonomian nomor satu di dunia…
mantabs… memang tidak ada keberhasilan dan kesuksesan yang instan.. semua membuthkan suatu PROSES yang tidak mudah, jadi dimulai dari hal2 yg kecil..
[Reply]
sumartono Reply:
August 27th, 2009 at 17:23
Benar mas, kesuksesan jepang itu membutuhkan proses. Hikmahnya adalah semoga bangsa kita sabar melalui proses menuju keberhasilan untuk bisa mencontoh jepang.
[Reply]
tidak ada salahnya memetik nilai-nilai posotof dari bangsa lain, justru itu sepatutunya dilakukan oleh sebuah negera tertentu, untuk mengejar ketertinggalannya.
saya percaya indonesia bisa kok menjadi bangsa yang lebih terhormat, SDM yang berkualitas. asal masing-masing kita mulai bertanya pada diri masing-masing. “apa yang bisa saya lakukan untuk bangsa ini?”
review yang menggugah mas Sumartono..
blognya juga makin keren nih, selamat yah
[Reply]
sumartono Reply:
August 28th, 2009 at 11:25
Terima kasih pujiannya ha..ha..ha..ha.. padahal blognya masih polos ya.
[Reply]
Orang Jepang memang hebat. Banyak hal positif yang bisa ditiru, seperti pekerja keras, disiplin, mampu menyerap ilmu dan teknologi bangsa lain namun tidak meninggalkan budayanya sendiri.
Salam kenal.
[Reply]
Salam kenal juga mas riswanto.
[Reply]
review yang bagus sekali mas…keren…
[Reply]
sumartono Reply:
September 24th, 2009 at 06:30
Makasih mas atas kunjnungannya.
[Reply]
Perubahan peringkat pun bisa terjadi setiap hari, tergantung dari pemasangannya link-link baru pada setiap situs.
Selain itu, salah satu tambahan terbaru ke Google link popularitas adalah algoritma Usia Link. Untuk memerangi manipulasi dari sistem oleh link builder, Umur link sekarang memainkan peran utama dalam menentukan nilai sebuah link.
[Reply]
sumartono Reply:
October 4th, 2009 at 11:39
Terima kasih mas sudah sharing di blog saya.
[Reply]
Bangsa Jepang adalah bangsa yang sangat menghargai Waktu dan disiplin dalam segala hal, olehnya itu kita patut mencontoh kedisiplinan tersebut agar negara kita bisa sejajar dengan Jepang.
[Reply]
sumartono Reply:
October 4th, 2009 at 11:42
Tidak salah kita mencontoh yang baik, walau dari negara lain.
[Reply]
Setelah perang Dunia II, Jepang bangkit tidak tanggung-tanggung. Semua bidang dikuasainya. Cocok mas, mari kita tiru SDM Jepang, semoga bangsa Indonesia juga bisa bangkit diseluruh line bisnis.
Oke mas, maju terus !
[Reply]
sumartono Reply:
October 4th, 2009 at 11:44
Amin, salam juga buat mas dan sukses selalu ya.
[Reply]
Artikel dan opini dari teman-teman disini sangat luar biasa!
Bukan saat saatnya iri, tapi sekarang saatnya rendah hati mau belajar.
Untuk mas Sumartono, salam kenal ya?
[Reply]
sumartono Reply:
October 4th, 2009 at 11:45
Terima kasih atas kunjungannya, salam kenal juga mas.
[Reply]
Satu sisi positif yang bisa kita jadikan contoh dari bangsa jepang. Tapi ironisnya banyak pemuda-pemuda jepang mati karena bunuh diri. Apakah ini tanda keputus-asaan. Bagaimana menurut mas tono ?
[Reply]
sumartono Reply:
October 5th, 2009 at 18:40
Benar mas octa, bahwa di jepang persentase kematian karena bunuh diri cukup tinggi dari anak sekolah sampe orang tua. Kebetulan saya pernah training di tokyo hampir setahun, memang persaingan hidup disana sangat tinggi. Kesuksesan adalah segalanya dan harga mati yang tidak bisa ditawar. Jadi sepertinya sangat kejam bagi orang yang tidak bisa bersaing dan ditambah kurangnya kehidupan keagamaan. itulah yang menurut saya jadi faktor penyebabnya.
[Reply]
Bangsa Jepang memang hebat.
Salut buat bangsa Jepang.
Tapi gimana caranya yach biar seperti orang Jepang bisa maju dan sukses ?
Dan bagaimana pula caranya
Berusaha menciptakan Peluang Bisnis dengan landasan koneksi pada keseimbangan spiritual. ???
Mulyadi
[Reply]
sumartono Reply:
October 6th, 2009 at 11:06
Salam mas mulyadi, dari 2 artikel ini telah dibahas bagaimana orang jepang bisa maju dan sukses. Kalau kurang puas, anda bisa membeli bukunya karanga ann wan seng ini di toko buku di kota anda tinggal.
Ikutin terus artikel blog saya ya mas, Insya Allah nanti kita bisa saling sharing untuk bisa menciptakan peluang bisnis dengan landasan koneksi pada keseimbangan spiritual.
[Reply]
mas, perlu mas ketahui. Setelah saya membaca testimonial ini. Saya menjadi lebih bersemangat lagi dalam melaksanakan bisnis. thanks ya.
semoga kebaikan mas mendapat balasan yang setimpal dari Alloh SWT.
ditunggu kelanjutannya
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
October 19th, 2009 at 21:41
@Terima kasih mas Kresno atas kunjungannya dan doanya. Amin, Ya Robbal Alamin.
[Reply]
Memang terkadang disaat kita dalam posisi terjepit, sering muncul banyak ide, tapi masalahnya tidak setiap orang mampu meng-action-kannya, betul begitu? salam kenal pak Martono, silakan mampir kalau ada waktu, terimakasih
[Reply]
CatatanSmart.Com Reply:
November 3rd, 2009 at 18:41
@Segera ke TKP mas.
[Reply]